Family Communication Patterns for Mothers' Resilience in Facing Child Stunting in Pisangan Jaya Subdistrict, Tangerang Regency

Authors

  • Ade Rahmah Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Asriyani Sagiyanto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Alifia Khoerina Kusditia Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Ardian Setio Utomo ID Scholar: sbI1owQAAAAJ; Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta
  • Elisa Triwiyatsih Sekolah Tinggi Multi Media 'MMTC' Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56873/gmg95021

Keywords:

Stunting, Komunikasi Keluarga, Ketahanan Ibu

Abstract

Stunting is a public health problem with long-term impacts on children's physical and cognitive development. In Pisangan Jaya Village, Tangerang Regency, the prevalence of stunting remained at 7.3% in 2025. The Tangerang Regency Government has set a target to reduce stunting prevalence to a maximum of 14%, in line with the national target, while the current rate has already declined to around 7%. This issue raises the question of how family communication patterns contribute to maternal resilience in addressing child stunting. This study aims to analyze family communication patterns that can enhance maternal psychological resilience in preventing and managing stunting. The study employs a descriptive qualitative approach using both primary and secondary data. Informants consisted of mothers with children at risk of stunting, their husbands, and Posyandu cadres. The findings indicate that open and empathy-based family communication patterns can strengthen maternal resilience by helping mothers manage stress, understand the importance of child nutrition, and make appropriate parenting decisions. In contrast, closed and authoritarian communication patterns tend to weaken maternal adaptability. In conclusion, family communication patterns are a key factor in enhancing maternal resilience, which in turn has implications for the success of stunting prevention and management at the family level. Therefore, strengthening family communication should become an integral part of community-based stunting intervention strategies.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, F. O. (2022). Peran Komunikasi Keluarga Dalam Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Untuk Mencegah Masalah Gizi Pada Balita (Stunting). Agregasi, 10(November), 108-119.

Ayukarningsih, Y. H. (2024). Stunting: Early Detection With Anthropometric Measurements and Management. Journal Of Health and Dental Science, 4(1), 91-104.

Beebe, S. A. (2016). Communication: Principles For A Lifetime. London: Pearson.

Creswell, J. W. (2016). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. California: Sage Publication.

Delima, D. F. (2023). Tingkat Resiliensi Ibu dan Praktek Pemberian Makanan Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Baduta (Bawah Dua Tahun). Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK), 7(2), 317-325.

Dendy, F. (2024). Angka Stunting Di Kabupaten Tangerang Turun 25.670 Kasus. Retrieved from rri.co.id: https://www.rri.co.id/stunting/965444/angka-stunting-di-kabupaten-tangerang-turun-25-670-kasus

Ernawati, A. (2022). Media Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan Iptek, 18(2), 139-152.

Galvin, K. M. (2015). Family Communication: Cohesion and Change. United Kingdom: Routledge.

Gray, J. P. (2003). Review Of Research On Educational Resilience. Berlin: ResearchGate.

Halim, L. A. (2018). Hubungan Faktor-Faktor Risiko Dengan Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di TK/Paud Kecamatan Tuminting. Jurnal Medik dan Rehabilitasi (JMR), 1(2), 1-8.

Indriani. (2024). Studi AASH Tunjukkan Kesehatan Mental Ibu Pengaruhi Perkembangan Anak. Retrieved from antarnews.com: https://www.antaranews.com/berita/4339571/studi-aash-tunjukkan-kesehatan-mental-ibu-pengaruhi-perkembangan-anak

Kustanto, A. O. (2025). The Prevalence Of Stunting In Indonesia: An Examination Of The Health, Socioeconomic Status, and Environmental Determinants. Journal Of Iranian Medical Council, 8(1), 67-79.

Marlina, A. M. (2023). Optimizing Family Resilience To Prevent Stunting During The Covid-19 Pandemic. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 709-713.

Mashudi, E. A. (2016). Konseling Rational Emotive Behavior Dengan Teknik Pencitraan Untuk Meningkatkan Resiliensi Mahasiswa Berstatus Sosial Ekonomi Lemah. Jurnal Psikopedagogia, 5(1), 66-78.

Mastikana, I. e. (2023). Penyuluhan Pada Ibu Pengetahuan Tentang Pentingnya Penyegahan Stunting Sejak Dini Di Posyandu Lavenda Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Portal Riset dan Inovasi Pengabdian Masyarakat, 3(1), 31-36.

Mawarpury, M. M. (2017). Resiliensi Dalam Keluarga: Perspektif Psikologi. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 2(1), 96-106.

Missasi, V. I. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (pp. 433-441). Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Newman, D. M. (2002). Sociology Of Families. California: Pine Forge Press.

Noviana, U. H. (2023). Mother’s Behavior Attachment Model In Care For Stunting Prevention In Bangkalan District. Journal Of Nursing Practice, 7(1), 57-66.

Oktary, D. E. (2023). Pengetahuan Kepada Ibu Balita Terhadap Bahaya Stunting dan Cara Pencegahannya Di Desa Kepau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 1(4), 68-77.

Papalia, D. E. (2007). Human Development. Ohio: McGraw-Hill.

Quamme, S. H. (2022). Prevalence Of Child Stunting In Sub-Saharan Africa and Its Risk Factors. Clinical Nutrition Open Science, 42(April), 49-61.

Rahmadiyah, e. a. (2024). Family Resilience With Stunted Children Aged Below 5 Years: A Qualitative Study In Depok City, Indonesia. Global Qualitative Nursing Research, 11(January-December), 1-10.

Rokhaidah, R. A. (2022). Pemberdayaan Ibu Melalui Praktik Dukungan Keluarga Untuk Cegah Stunting. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 5(3), 615-622.

Runtiko, A. G. (2022). Kajian Literatur Naratif Pendekatan Teoritis Komunikasi Keluarga. Jurnal Common, 5(2), 134-143.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tangerang, K. (2024). Catat Penurunan Signifikan, Capaian Angka Stunting Kota Tangerang 2024 Hanya 5,6 Persen. Retrieved from tangerangkota.go.id: https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/48189/catat-penurunan-signifikan-capaian-angka-stunting-kota-tangerang-2024-hanya-5-6-persen#

Ungar, M. (2011). The Social Ecology Of Resilience: A Handbook Of Theory and Practice. Berlin: Springer Science & Business Media.

Utario, Y. M. (2022). Pemberdayaan Kader Posyandu Tentang Deteksi Dini Stunting, Stimulasi Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang Balita. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 4(3), 519-524.

Wardani, L. K. (2023). Risks Of Stunting and Interventions To Prevent Stunting. Journal Of Community Engagement In Health, 6(2), 241-245.

Wati, I. A. (2023). The Role Of Parents To Prevent Stunting In Toddlers: Scoping Review. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 987-996.

Wijayanti, F. P. (2024). Pendampingan Pencegahan Stunting Pada Kader Posyandu Balita Dengan Optimalisasi Bahan Pangan Lokal Di Desa Lerep. Indonesian Journal Of Communication Empowerment (IJCE), 6(2), 224-229.

Yosephin, B. T. (2019). Buku Pegangan Petugas KUA: Sebagai Konselor 1000 Dalam Mengedukasi Calon Pengantin Menuju Bengkulu Bebas Stunting. Yogyakarta: Deepublish.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles