Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Gaya Retorika Pejabat Publik Saat Menjawab Pertanyaan Wartawan Melalui TikTok (Pada Akun @cnnindonesia)
DOI:
https://doi.org/10.56873/2jm1sq78Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi terhadap gaya retorika pejabat publik saat menjawab pertanyaan wartawan melalui platform TikTok, khususnya pada akun @cnnindonesia. Media sosial TikTok menjadi ruang baru bagi praktik komunikasi politik yang menuntut kecepatan, kejelasan pesan, serta kemampuan public speaking yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap dosen Ilmu Komunikasi dan mahasiswa sebagai audiens kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai gaya retorika sebagian pejabat publik belum efektif karena kurangnya kejelasan pesan, lemahnya penguasaan data, serta pernyataan yang cenderung defensif dan tidak logis. Hal tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap pejabat publik. Selain itu, komunikasi politik yang disampaikan melalui TikTok sering kali lebih menonjolkan pembelaan diri dibandingkan penyampaian kepentingan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi politik di media sosial sangat bergantung pada kesiapan pesan,
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 saucawidia I Dewa Ayu Agung Sauca Widiasari Putri, Jonathan Jacob Paul Latupeirissa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang diterbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis  mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons  yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis  dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut ( misalnya  , pengirimannya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis  diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat mengarahkan pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.Â
- Artikel dan semua materi terkait yang diterbitkan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0  .
